Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Bercanda yang Menyakitkan

Polosnya seorang bayi

Bercanda merupakan suatu hal yang bisa mendekatkan kita pada orang lain. Dengan bercanda, suasana yang tadinya sepi jadi ramai dan hangat. Tapi terkadang bercanda yang berlebihan jadi menyakitkan dan membekas di hati. Memang tak bisa disalahkan, karena niatnya “bercanda”, mbok yo kalo bercanda jangan berlebihan tho.

Saya punya cerita. Jadi, saat weekend kemaren saya, bayik, suami, serta bumer (ibu mertua), dan ipar bungsu berangkatlah mau ke tukang urut bayi. Ceritanya mau urut si bayik dan adik ipar (perempuan).

Kita udah siap-siap berangkat. Semua sudah masuk mobil kecuali si bayik yang lagi sama kakeknya main di rumah tetangga baru. Jadi, kita samperin lah kesana. Memang yang turun buat ngambil bayik adalah bumer. Saya nya keduluan sama bumer. Si bapak, tetangga baru, langsung bercanda dengan bilang :

“Ih gak diakui ih. Anak siapa ini, ibu sama ayahnya di mobil, kok gak nangis. Gak diakui ini ih sama orang tua nya. Ini mah anak kakek neneknya.”

Jedeeeeeeeerrrrrr………

Ingin meledak rasanya. Air mata ini mau tumpah ruah. Tapi tertahan.

Saya paham maksudnya bercanda. Tapi bagi saya itu sudah masuk ke area siaga 1, karena itu termasuk perkataan yang berpeluang menimbulkan penyakit hati. Beruntung si bayik belum paham betul perkataan orang dewasa. Kalo udah paham, langsung tak labrak itu orang. Gak peduli ada bumer sama pakmer.

Dalam hati saya nyeletuk, ini si bapak gak mikir apa ya. Orang udah capek-capek mengandung sampai bertaruh nyawa demi melahirkan si buah hati, eeehhhh dengan gampang nya itu lisan bilang “gak diakui”. Kalau besok-besok ada yang bercanda dengan nada yang sama saat si bayik sudah paham semua perkataan, mungkin akan langsung saya semprot :

“bapak/ibu, tolong perkataan nya lebih dijaga ya. Bapak/ibu pernah dengar cerita seorang anak usia 4 tahun membunuh seorang adik bayi nya sendiri karena pengaruh perkataan orang dewasa? Itu terjadi. Karena ia selalu mendengar bahwa nanti kalau punya adik bayi, orang tua nya udah ga sayang lagi sama dia. Jadi dia gak mau punya adik bayi. Sehingga dia melompat-lompat di atas badan adik bayi hingga tak bernyawa. Miris kan? Itu nyata. Jadi, tolong berhentilah bercanda yang menyakitkan. Ubahlah dengan motivasi. Jika tak mampu, lebih baik diam.”

Maaf kalau terkesan berlebihan atau kejam. Tapi begitulah pandangan saya. Sekedar sharing aja ini mah. 😊

Nantikan tulisan saya “Oleh-oleh dari Pantai Legon Anyer” Semoga gak (ter)-lupa 😅

Ramadhan Berkah, Mendulang Pahala dan Rupiah 😀

Bulan ramadhan, bulan yang penuh dengan ampunan. Pada bulan ini juga banyak orang yang memanfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah sekedar menyambung hidup dan biaya sekolah anak. Banyak usaha sampingan yang bisa dijalankan ketika menjelang ramadhan hingga lebaran. Dan tak jarang, mereka yang memanfaatkan waktu ini dengan baik bisa menghasilkan omset berkali lipat dari biasanya. Yuk simak jenis usaha apa saja yang bisa digeluti menjelang ramadhan hingga lebaran.

1. Takjil

Usaha sampingan ini cukup menjanjikan asalkan dipasarkan di tempat yang tepat. Bisnis ini pun akan digemari. Carilah tempat yang dekat dengan pabrik atau sejenisnya, yang banyak karyawan nya, atau di sekitar kampus. Karena mereka biasanya tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan makanan berbuka.

2. Katering Sahur

Usaha sampingan satu ini juga menggiurkan. Pasar utamanya adalah mahasiswa, juga lingkungan para karyawan. Pastikan bahwa makanan sahur Anda tetap hangat, serta kualitas dan kebersihan yang utama. Jika menggunakan sistem katering tentu lebih menguntungkan.

3. Pakaian Muslim

Menjelang lebaran bahkan sebelum ramadhan biasanya bisnis pakaian pasti melejit. Pasalnya hampir semua orang ingin baju baru. Ini adalah peluang yang sangat bagus untuk memulai dari sekarang. Tidak punya modal? Anda bisa mencoba menjadi reseller atau dropshipper dari agen yang terpercaya. Pastikan terpercaya agar konsumen trust kepada Anda dan akhirnya repeat order. Hhehe 😅 Selain itu Anda juga harus memastikan pasar Anda. Menengah ke bawah atau ke atas.

4. Kue Kering

Banyak yang ingin menjamu tamu nya pada hari lebaran dengan layak. Oleh karena itu bantulah ia yang belum mampu menyediakan sendiri kue nya karena suatu keterbatasan. Anda bisa menggunakan sistem pre order atau menyetok. Tergantung kekuatan modal.

Selain itu, berikut ada beberapa pilihan jenis usaha lain yang bisa digeluti :

5. Parcel Lebaran

6. Desain Kartu Lebaran

7. Penyewaan Mobil

8. Bisnis Sepatu Sandal

9. Penjualan Tiket

10. Ketupat Menjelang Lebaran

11. Peralatan Sholat

12. Penyaluran ART

13. Penitipan Hewan Peliharaan

14. Toples Lebaran

Bisnis apapun, jika ditekuni insya Allah akan berhasil. Memang dibutuhkan tekad yang kuat dan harus istiqomah agar bisnis melejit. Selain itu, jangan sampai bisnis menjauhkan dari kewajiban kita. Yaitu beribadah kepada Allah. Ibadah bukan hanya sholat, puasa, zakat, haji. Tetapi setiap aspek kehidupan adalah ibadah. Bisnis adalah muamalah, ia ibadah. Tidak boleh ada riba dan kedzaliman lain didalamnya. Misalnya penipuan, pengurangan timbangan, dan lain-lain. Apalagi saat ramadhan. Jangan sampai bisnis melenakan hingga ramadhan berpamitan.

Yuk istiqomah dalam ibadah dan bisnis.

Semoga bermanfaat 😊

Lisan

Bahaya lisan, kebaikan lisan
Lisanmu, kebaikan atau keburukan untuk orang lain? Sudah selamatkah orang lain dari bahaya lisanmu?

Suatu ketika saat iseng melihat status WA teman, saya dapati ia membuat status dari hasil screenshoot status WA nya temannya, dan temannya pun mendapat dari FB. Berikut adalah isi dari status FB tersebut.

Keluarga di kompleks dekat rumah, ada anak laki-laki yang membunuh adik perempuannya. Saat ibunya masuk ke kamar, ia melihat anak laki-lakinya sedang melompat-lompat di atas adik perempuannya. Sang ibu segera menghampiri anak perempuannya. Namun, telat, dia sudah tidak bernyawa.

Motifnya? Karena ‘KATANYA’ ibunya lebih sayang sama adiknya.

Sang anak laki-laki umurnya 4 tahunan.

Adik perempuannya masih bayi.

Dari saat sang ibu masih hamil, orang-orang pada bilang ama si abang : ibu bapak kamu udah ga sayang ama kamu lagi, kan sudah ada adik baru. Karena terus menerus mendengar hal itu dan takut dibuang, terjadilah hal tersebut.

Mungkin pikirnya : sekarang aku ga akan dibuang karena sudah ga ada adik lagi.

Sekarang sang anak harus hidup sebagai orang yang membunuh adik kandungnya. Dan coba bilang, apa yang harus dilakukan sang ibu? Setiap kali dia melihat anak laki-lakinya,

Continue reading “Lisan”

PERLUKAH MERAYAKAN VALENTINE?

Semua orang secara sadar maupun tidak, ketika ditanya tenang valentine pasti terbersit dalam hatinya tentang hari kasih sayang. Hari dimana para pemuda dan gadis yang mengaku sebagai pasangan kekasih, atau yang sedang berpacaran, atau yang sedang mencari gebetan akan mengungkapkan isi hatinya kepada orang yang dicintainya dengan memberikan bunga, coklat, boneka, dan jenis lain yang bisa dberikan sebagai hadiah.

Di negara kita ini, valentine sangat identik dengan hari untuk pasangan (biasanya yang pacaran atau yang akan pacaran –pasangan tidak halal), hari-hari yang bertemakan cinta. Menjelang tanggal 14 Februari biasanya toko-toko pun tak luput dengan aroma valentine. Pemilik toko menghias dengan aksesoris valentine seperti bentuk hati berwarna merah atau merah muda, menjual aneka coklat dengan bentuk hati, dan lain-lain untuk menarik pengunjung.

Itulah beberapa kebiasaan menjelang tanggal 14 Februari yang disebut-sebut sebagai hari valentine (valentine’s day), yang katanya berasal dari Romawi. Padahal jika mau merenung sedikit saja, dengan beberapa pertanyaan dibawah, akan kita dapati apa sebenarnya valentine itu.

Setiap perayaan atau peringatan pasti ada asal-usulnya. Kita tau setiap tanggal 17 Agustus pasti diadakan upacara dan pembacaan Proklamasi. Untuk apa kita upacara?

Untuk mengingat bahwa pada tanggal tersebut pada tahun 1945 negara kita telah merdeka. Maka kita generasi penerusnya memperingati dengan upacara untuk mengingat segala jasa pahlawan dan berharap jiwa pejuang dan patriot juga tumbuh di sanubari kita.

Kita semua juga tau bahwa setiap tanggal 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri. Seluruh kaum Muslim pasti merayakan Idul Fitri dan ikut mengumandangkan takbir pada malam sebelum Idul Fitri. Untuk apa?

Untuk mengingat bahwa pada hari itu kita telah selesai melaksanakan puasa romadhon, kita telah berjuang melawan syaitan dan segala godaannya. Pada hari itu semua muslim kembali suci.

Lalu, valentine, untuk apa dirayakan? Sejarah apa yang membuatnya harus diperingati? Sampai saat ini saya belum menemukan sumber yang dapat saya percaya. Terlepas dari asal mula nya valentine (yang saya pun tidak begitu tau, dan tidak ingin terlalu tahu). Saya ingin mengajak pembaca untuk merenung.

Kita tidak tahu persis tentang asal usul perayaan valentine ini. Namun ikut serta dalam memeriahkannya. Terlebih pemuda pemudi Islam.

  1. Darimana dan bagaimana asal usul valentine?

Saya tidak tahu persis bagaimana, tapi yang saya tahu valentine bukan merupakan bagian dari islam. Dan sebagai seorang Muslim, saya memilih untuk tidak ikut dalam perayaannya karena hal itu bukan datang dari Islam. Karena saya teringat dengan hadits berikut :

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari bagian mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Jika merayakan valentine, bukankah kita sama dengan pengikut Romawi? Sedangkan kita adalah pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. #marimerenung

  1. Mengapa kita harus merayakannya?

Hanya ikut-ikutan saja. Atau untuk bersenang-senang. Jika memang sekedar ikut-ikutan, bukankah sebaiknya kita ikut-ikutan di jalan kebenaran dan kebaikan? Kalau untuk hiburan, bukankah banyak hiburan yang tidak melanggar aturan Islam. Saya jadi teringat terjemahan Al-Qur’an ini:

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (TQS. Al-Isra’ : 36)

Ayat ini wabil khusus sebagai cambuk tersendiri dan peringatan bagi saya pribadi untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, berucap, dan berpikir. #marimerenung

  1. Tidakkah valentine hanya tentang cinta pada lawan jenis semata? Kalau iya, lantas kenapa?

Cinta kepada lawan jenis itu fitrah. Cinta kepada sesama jenis itu celaka. Mencintai boleh, tetapi tidak mengagungkan cinta (seperti Dilan yang lemah iman Islamnya, begitu kata yang sudah menonton). Hanya berkutat dengan gombal kepada gadis. Kalau cinta, bukankah sebaiknya menyatakan cinta itu kepada ayah (wali) nya jika sudah siap?Tidakkah mengumbar gombalan itu sama saja dengan bercakap yang kurang berfaedah? Bukankah sama antara orang yang menyatakan cinta kepada sang gadis/pemuda tanpa menyatakan kepada ayah nya, itu sama dengan pengecut yang takut ketahuan salahnya? #marimerenung

  1. Bukankah valentine mengajak pada godaan syaitan, yaitu berduaan dengan pasangan haram? Tidakkah ini mengajak untuk semangat berzina?

Valentine identik dengan jalan, nonton, makan bareng dan tidur bareng (naudzubillahi min dzalik). Sudah pasti ini ajakan syaitan. Saya pun teringat dengan terjemahan 2 ayat berikut :

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah : 208)

Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu suatu perbuatan yang KEJI, dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Isra’ : 32)

#marimerenung

  1. Akankah merugi orang yang tidak merayakan valentine?

Sepertinya tidak akan ada ruginya. Bahkan beruntung, tidak terperangkap dengan jebakan Batman alias syaitan. #marimerenung

  1. Jika ingin mengucapkan sayang kepada lawan jenis, kapan waktu yang tepat kalau bukan valentine?

Bisa jadi kapan saja ketika sudah siap. Tetapi alangkah baiknya jika didahului dengan mengucapkannya ijab qobul alias akad nikah. Pastilah berbeda rasanya. Karena sudah halal. #marimerenung

  1. Hidup adalah pilihan masing-masing. Merayakan valentine kembali kepada Anda.

Benar! Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada resikonya. Dan setiap pilihan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (TQS. Al-Isra’ : 36)

#marimerenung

Jadi, masih kah merayakan valentine?

Pindah ke Rumah Baru

key-with-keychain-blue-house_1156-631

Di awal tahun baru biasanya akan banyak pertanyaan yang mengarah kepada resolusi, revolusi, atau apapun istilahnya yang mengarah kepada perubahan di tahun yang baru. Nah, mengawali tahun baru ini saya mengajak para pembaca khususnya saya pribadi, untuk lebih dekat dan mengenali lingkungan sekitar.

Sebagai seorang pendatang di tempat yang baru, tentu masih asing dan butuh adaptasi dengan tempat tinggal sekarang. Tetapi sebagai pendatang, kita lah yang harus mengenalkan diri terlebih dahulu kepada para tetangga. Caranya? Berikut sedikit tips dari saya.

  • Bertamu

Masaklah atau beli pun tak apa, tergantung situasi dan kondisi, kemudian bertamulah kepada beberapa rumah di sekitar tempat tinggal dan bawalah seluruh anggota keluarga untuk diperkenalkan. Bawa juga makanan yang sudah disiapkan.

  • Bergabung dengan kelompok ibu-ibu atau pengajian.

Biasanya di setiap komplek perumahan pasti ada kelompok ibu-ibu. Ntah kelompok pengajian, kelompok senam, PKK, atau apapun yang bersifat positif dan membangun. Nah, bergabung lah dengan kelompok itu sembari membawa anak-anak untuk sekedar memperkenalkan diri dan menyambung silaturrahim.

  • Ramah dan santun

Walaupun belum kenal dengan para tetangga atau yang berseliweran di sekitar rumah, usahakan untuk selalu ramah dan santun kepada mereka. Senyum dan sapa lah duluan, tapi ingat senyum nya hanya untuk yang mahrom saja. Siapa pun yang bukan mahram kita, jangan disenyumi karena itu akan menimbulkan gejolak keburukan, membuka pintu syaitan dan kemaksiatan. Sekedar basa-basi sedikit tak apa. Tanyakan misalnya, “mau kemana bu?”, “darimana bu?”, “nyari siapa bu?”, sesuaikan pertanyaan tergantung situasi dan kondisi pada saat itu.

  • Acara syukuran

Jika memungkinkan kondisi keuangan, waktu, tenaga, dan tempat, undanglah para tetangga dan berikanlah jamuan yang terbaik. Selain untuk memperkenalkan diri dan anggota keluarga, para tetangga juga pasti sangat senang. Selain senang mendapat tetangga baru yang baik hati, juga dapat makan gratis. Eh.. abaikan, maaf selingan tanpa makna.

Semoga bermanfaat 🙂

Dari Bakso untuk Selimut

Sebut saja saya Nisa. Ibu dari seorang anak yang baru berusia 2,5 bulan. Beberapa hari belakangan ini sering turun hujan di tempat saya. Sampai-sampai pernah di satu hari, saya kehabisan stok popok untuk bayi saya. Kemudian saya berinisiatif untuk memakaikan celana yang sudah saya beli ketika hamil lalu. Walaupun sebenarnya celana tersebut masih kebesaran. Tetapi tetap saya pakaikan. Karena mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain bagi saya waktu itu. Kalau membeli yang baru, budget untuk itu tidak dianggarkan. Jadilah ia memakai pakaian seadanya. Yang penting ia dalam keadaan hangat. 

Saat itu saya sedang menggantikan popok nya ketika ia buang air kecil, karena kondisi sepanjang hari mendung disertai dengan hujan rintik-rintik membuat udara terasa cukup dingin di kulit. Sampai saya pun memilih untuk memakai baju yang cukup tebal dan hangat. Saya pun segera menyelimuti bayi saya dengan selimut terhangat yang saya punya.

Tiba-tiba saya teringat dengan salah satu poster yang pernah saya lihat, entah di grup WA mana saya lupa. Redaksi posternya juga saya lupa. Tetapi intinya, ada sebuah ajakan untuk peduli terhadap sesama manusia terutama sesama Muslim di Palestina. Peduli dengan keadaan mereka yang sedang terusir dari  negrinya, terusir dari rumah-rumah nya yang nyaman mereka tinggali. Sebentar lagi musim pun tidak bersahabat dengan kondisi mereka. Musim dingin akan segera menyapa mereka dan bisa jadi akan terus menemani mereka selama beberapa waktu. Kondisi yang terusir lagi tak memiliki pakaian hangat, tak memiliki rumah untuk berlindung dari terpaan musim, tak memiliki stok makanan yang cukup untuk sekedar mengisi perut. Mungkinkah mereka bisa bertahan hidup? 

Selain perang melawan penjajah, sebentar lagi mereka juga akan berperang melawan dinginnya malam. Sungguh tak terbayangkan jika diri ini berada di posisi seperti itu tanpa memiliki bekal barang baju hangat atau selimut satu biji pun. Belum lagi anak-anak apalagi bayi yang baru lahir. Tak mungkin bisa bertahan dengan ganasnya serangan dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Ah, tak mampu rasanya membayangkan hal itu terjadi pada bayi mungil ku. Selimut nya tersibak sedikit saja saat ia tak sengaja menggerakkan kaki nya sudah membuatku khawatir akan dirinya. Khawatir ia kedinginan. Khawatir ia masuk angin. Khawatir ia sakit. Digigit nyamuk satu pun saya bahkan sampai rela mengejar-ngejar si nyamuk sampai penyet di tanganku. Baru seperti itu saja aku tak sanggup. Apalah lagi jika harus perang melawan kedinginan tanpa selimut yang tebal bahkan tanpa baju yang cukup hangat plus dihujani rudal dan bom pula. Menangis hati ini mengetahui kondisi mereka.

Keadaan diri ini yang jauh lebih baik dan lebih nyaman dari mereka seharusnya membuat diri ini lebih banyak bersyukur. Betapa kerdil nya iman ini dibandingkan mereka yang disana. Masih kecil sudah hapal Al-Qur’an. Lah ini sudah berumah tangga juz ‘amma pun gak hapal-hapal. *curhat* Abaikan..

Dengan tulisan ini, sebenarnya saya berniat untuk mengajak para pembaca, khususnya diri saya pribadi, juga ikut merasakan apa yang sedang saudara kita rasakan disana. Sedikit uluran bantuan kita akan sangat berharga bagi mereka. Bukan untuk gaya-gayaan atau bermewah-mewahan pamer dengan yang lain. Tapi hanya untuk sekedar BERTAHAN HIDUP. Untuk bisa terus HIDUP. Mari kita bantu saudara kita dengan bantuan apapun yang kita bisa. Hal yang sederhana dan mudah misalnya kita donasikan 30 rb saja. Itu akan sangat berarti bagi mereka. Kita lakukan beramai-ramai, berjamaah, karena kalau sendirian takkan lah bantuan itu terasa. Atau jangan 30 rb deh. Anggap 10 rb saja kita donasikan untuk mereka melalui lembaga/yayasan/komunitas yang terpercaya dan amanah. Kita bisa ajak orang-orang terdekat untuk turut berpartisipasi. Jika ada 10 rb orang membantu maka berapa donasi yang bisa kita berikan kepada mereka? 100 jt. WOW jumlah yang fantastis. Berapa banyak selimut dan baju hangat yang bisa mereka dapatkan dengan itu? Kita hanya memberi 10 rb, yang setara dengan semangkuk bakso. Anggaplah hari ini kita libur dulu makan baksonya. Kita kasih tuh 10 rb nya buat donasi dan kita ajak yang lain untuk melakukan hal yang sama. Maka insya Allah mereka akan dapat melanjutkan hidup nya dengan izin Allah. So, apa yang kita tunggu? Kita bisa melakukannya sekarang juga! Yuk bantu sesama! Dimulai dari diri sendiri dan saat ini juga.

Berikut adalah beberapa lembaga/yayasan/komunitas yang saya ketahui terpercaya dan amanah diantaranya KNRP, Kasih Palestina, Dompet Dhuafa, dan ACT. Bukan endorsement. Jika ada referensi yang lain boleh lah daku di beri tau juga.. hhehe 🙂