PERLUKAH MERAYAKAN VALENTINE?

Semua orang secara sadar maupun tidak, ketika ditanya tenang valentine pasti terbersit dalam hatinya tentang hari kasih sayang. Hari dimana para pemuda dan gadis yang mengaku sebagai pasangan kekasih, atau yang sedang berpacaran, atau yang sedang mencari gebetan akan mengungkapkan isi hatinya kepada orang yang dicintainya dengan memberikan bunga, coklat, boneka, dan jenis lain yang bisa dberikan sebagai hadiah.

Di negara kita ini, valentine sangat identik dengan hari untuk pasangan (biasanya yang pacaran atau yang akan pacaran –pasangan tidak halal), hari-hari yang bertemakan cinta. Menjelang tanggal 14 Februari biasanya toko-toko pun tak luput dengan aroma valentine. Pemilik toko menghias dengan aksesoris valentine seperti bentuk hati berwarna merah atau merah muda, menjual aneka coklat dengan bentuk hati, dan lain-lain untuk menarik pengunjung.

Itulah beberapa kebiasaan menjelang tanggal 14 Februari yang disebut-sebut sebagai hari valentine (valentine’s day), yang katanya berasal dari Romawi. Padahal jika mau merenung sedikit saja, dengan beberapa pertanyaan dibawah, akan kita dapati apa sebenarnya valentine itu.

Setiap perayaan atau peringatan pasti ada asal-usulnya. Kita tau setiap tanggal 17 Agustus pasti diadakan upacara dan pembacaan Proklamasi. Untuk apa kita upacara?

Untuk mengingat bahwa pada tanggal tersebut pada tahun 1945 negara kita telah merdeka. Maka kita generasi penerusnya memperingati dengan upacara untuk mengingat segala jasa pahlawan dan berharap jiwa pejuang dan patriot juga tumbuh di sanubari kita.

Kita semua juga tau bahwa setiap tanggal 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri. Seluruh kaum Muslim pasti merayakan Idul Fitri dan ikut mengumandangkan takbir pada malam sebelum Idul Fitri. Untuk apa?

Untuk mengingat bahwa pada hari itu kita telah selesai melaksanakan puasa romadhon, kita telah berjuang melawan syaitan dan segala godaannya. Pada hari itu semua muslim kembali suci.

Lalu, valentine, untuk apa dirayakan? Sejarah apa yang membuatnya harus diperingati? Sampai saat ini saya belum menemukan sumber yang dapat saya percaya. Terlepas dari asal mula nya valentine (yang saya pun tidak begitu tau, dan tidak ingin terlalu tahu). Saya ingin mengajak pembaca untuk merenung.

Kita tidak tahu persis tentang asal usul perayaan valentine ini. Namun ikut serta dalam memeriahkannya. Terlebih pemuda pemudi Islam.

  1. Darimana dan bagaimana asal usul valentine?

Saya tidak tahu persis bagaimana, tapi yang saya tahu valentine bukan merupakan bagian dari islam. Dan sebagai seorang Muslim, saya memilih untuk tidak ikut dalam perayaannya karena hal itu bukan datang dari Islam. Karena saya teringat dengan hadits berikut :

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari bagian mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Jika merayakan valentine, bukankah kita sama dengan pengikut Romawi? Sedangkan kita adalah pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. #marimerenung

  1. Mengapa kita harus merayakannya?

Hanya ikut-ikutan saja. Atau untuk bersenang-senang. Jika memang sekedar ikut-ikutan, bukankah sebaiknya kita ikut-ikutan di jalan kebenaran dan kebaikan? Kalau untuk hiburan, bukankah banyak hiburan yang tidak melanggar aturan Islam. Saya jadi teringat terjemahan Al-Qur’an ini:

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (TQS. Al-Isra’ : 36)

Ayat ini wabil khusus sebagai cambuk tersendiri dan peringatan bagi saya pribadi untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, berucap, dan berpikir. #marimerenung

  1. Tidakkah valentine hanya tentang cinta pada lawan jenis semata? Kalau iya, lantas kenapa?

Cinta kepada lawan jenis itu fitrah. Cinta kepada sesama jenis itu celaka. Mencintai boleh, tetapi tidak mengagungkan cinta (seperti Dilan yang lemah iman Islamnya, begitu kata yang sudah menonton). Hanya berkutat dengan gombal kepada gadis. Kalau cinta, bukankah sebaiknya menyatakan cinta itu kepada ayah (wali) nya jika sudah siap?Tidakkah mengumbar gombalan itu sama saja dengan bercakap yang kurang berfaedah? Bukankah sama antara orang yang menyatakan cinta kepada sang gadis/pemuda tanpa menyatakan kepada ayah nya, itu sama dengan pengecut yang takut ketahuan salahnya? #marimerenung

  1. Bukankah valentine mengajak pada godaan syaitan, yaitu berduaan dengan pasangan haram? Tidakkah ini mengajak untuk semangat berzina?

Valentine identik dengan jalan, nonton, makan bareng dan tidur bareng (naudzubillahi min dzalik). Sudah pasti ini ajakan syaitan. Saya pun teringat dengan terjemahan 2 ayat berikut :

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah : 208)

Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu suatu perbuatan yang KEJI, dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Isra’ : 32)

#marimerenung

  1. Akankah merugi orang yang tidak merayakan valentine?

Sepertinya tidak akan ada ruginya. Bahkan beruntung, tidak terperangkap dengan jebakan Batman alias syaitan. #marimerenung

  1. Jika ingin mengucapkan sayang kepada lawan jenis, kapan waktu yang tepat kalau bukan valentine?

Bisa jadi kapan saja ketika sudah siap. Tetapi alangkah baiknya jika didahului dengan mengucapkannya ijab qobul alias akad nikah. Pastilah berbeda rasanya. Karena sudah halal. #marimerenung

  1. Hidup adalah pilihan masing-masing. Merayakan valentine kembali kepada Anda.

Benar! Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada resikonya. Dan setiap pilihan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (TQS. Al-Isra’ : 36)

#marimerenung

Jadi, masih kah merayakan valentine?

Advertisements

Author: Omak Zain

Learning to become a wonderful mama for childs and istri sholiha for husband

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s