Bercanda yang Menyakitkan

Polosnya seorang bayi

Bercanda merupakan suatu hal yang bisa mendekatkan kita pada orang lain. Dengan bercanda, suasana yang tadinya sepi jadi ramai dan hangat. Tapi terkadang bercanda yang berlebihan jadi menyakitkan dan membekas di hati. Memang tak bisa disalahkan, karena niatnya “bercanda”, mbok yo kalo bercanda jangan berlebihan tho.

Saya punya cerita. Jadi, saat weekend kemaren saya, bayik, suami, serta bumer (ibu mertua), dan ipar bungsu berangkatlah mau ke tukang urut bayi. Ceritanya mau urut si bayik dan adik ipar (perempuan).

Kita udah siap-siap berangkat. Semua sudah masuk mobil kecuali si bayik yang lagi sama kakeknya main di rumah tetangga baru. Jadi, kita samperin lah kesana. Memang yang turun buat ngambil bayik adalah bumer. Saya nya keduluan sama bumer. Si bapak, tetangga baru, langsung bercanda dengan bilang :

“Ih gak diakui ih. Anak siapa ini, ibu sama ayahnya di mobil, kok gak nangis. Gak diakui ini ih sama orang tua nya. Ini mah anak kakek neneknya.”

Jedeeeeeeeerrrrrr………

Ingin meledak rasanya. Air mata ini mau tumpah ruah. Tapi tertahan.

Saya paham maksudnya bercanda. Tapi bagi saya itu sudah masuk ke area siaga 1, karena itu termasuk perkataan yang berpeluang menimbulkan penyakit hati. Beruntung si bayik belum paham betul perkataan orang dewasa. Kalo udah paham, langsung tak labrak itu orang. Gak peduli ada bumer sama pakmer.

Dalam hati saya nyeletuk, ini si bapak gak mikir apa ya. Orang udah capek-capek mengandung sampai bertaruh nyawa demi melahirkan si buah hati, eeehhhh dengan gampang nya itu lisan bilang “gak diakui”. Kalau besok-besok ada yang bercanda dengan nada yang sama saat si bayik sudah paham semua perkataan, mungkin akan langsung saya semprot :

“bapak/ibu, tolong perkataan nya lebih dijaga ya. Bapak/ibu pernah dengar cerita seorang anak usia 4 tahun membunuh seorang adik bayi nya sendiri karena pengaruh perkataan orang dewasa? Itu terjadi. Karena ia selalu mendengar bahwa nanti kalau punya adik bayi, orang tua nya udah ga sayang lagi sama dia. Jadi dia gak mau punya adik bayi. Sehingga dia melompat-lompat di atas badan adik bayi hingga tak bernyawa. Miris kan? Itu nyata. Jadi, tolong berhentilah bercanda yang menyakitkan. Ubahlah dengan motivasi. Jika tak mampu, lebih baik diam.”

Maaf kalau terkesan berlebihan atau kejam. Tapi begitulah pandangan saya. Sekedar sharing aja ini mah. 😊

Nantikan tulisan saya “Oleh-oleh dari Pantai Legon Anyer” Semoga gak (ter)-lupa 😅

Advertisements

Author: Omak Zain

Learning to become a wonderful mama for childs and istri sholiha for husband

7 thoughts on “Bercanda yang Menyakitkan”

  1. Yep. kadang kita (ya saya juga) ga menyadari bahwa ucapan yang kita lontarkan menyakiti hati orang lain. Kita menganggap omongan kita biasa aja, tapi ternyata orang lain ga gitu.
    Emang harus think before speak…. heuheuhue

    Like

  2. Anak saya masuk daycare sejak usia 11 bulan. Kerabat sempat bilang, anak akan lebih dekat pengasuhnya ketimbang ortu. Alhamdulillah, tidak terbukti. Hingga kini anak usia 6 tahun, tetap perkataan ortu yang paling diikuti. Kerja 08-17, anak tetap dekat, semua hal ‘yang pertama’ yang ngajari ortu, meski jadi terkesan manja kalau ada Bundanya.
    Eeits, jadi curhat…

    Like

    1. Iya mom. . Kadang gitu.. prinsip kita beda.. tapi asalkan ortu yg ngajarin pertama dan anak nyaman sama kita. Insya Allah anak manut.. 😊 manja sama kita wajar menurut ku mom.. soalnya kita kan ortu nya.. kalo bukan sama kita, sama siapa lagi mereka manja nyaa 😄

      Like

  3. Saya berencana buat tulisan semacam ini juga mbak. Saya juga ngerasa udah saat nya bercanda yg tak berguna itu dihentikan. Yang ada cuma bawa sakit hati dan permusuhan. Tp seringnya org2 semacam ini kalo dinasihati malah ngeyel.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s